Langsung ke konten utama

Titik Nadir

Titik Takdir
Dalam sujudku
Ku sebut namamu
Dalam lentik jemariku
Tanganku menadah
Aku meminta hatimu padaNya

Aku tahu saat itu kau mencintai dia
Kau mengharapkan dia
Dan kau menginginkan dia
Kau ingin memperjuangkan dia
Tanpa tahu aku memperjuangkanmu
Dengan air mata dan hati yang berdarah
Karena itu aku tak pernah meminta hatimu pada ragamu

Aku mencintaimu dengan lirih
Dalam butiran anak tasbih
Dalam butiran air mata
Dalam rinai hujan juga sepoi angin
Kau tahudilangit ada pertarungan dahsyat
Antara do’aku dan takdirku

Kini arsy bergetar
Kau kecup mesra keningku
Dalam balutan gaun pengantin
Dan aku tersenyum
Kaulah titik takdir yang Tuhan tulis untukku 

💐💐💐💐

Komentar

  1. Asyiiik...

    Happy ending!

    Semangat terus ngodop-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahay.... Iya kak.... Blm bisa bikin puisi sebenernya mah... Blm bisa memadukan diksi

      Hapus
  2. Baper pas bait bait akhir 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe apalagi klo liat langsung pasti lebih baper.... Sayangnya ini baru fiksi 😂😂😂

      Hapus
  3. Balasan
    1. Masih belajar blm berani pake diksi yang sastra banget

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelangi di balik Kerudung merah jambu eps 4

Sesuai janji Arian, tepat jam 9 pagi Zahra sudah berada di depan perpustakaan, tapi ia belum melihat sosok Arian. ia berjalan ke dalam perpuastakaan melewati beberapa rak buku, berharap Arian sudah menunggunya di pojok ruang perpustakaan tempat favorit mereka. Tapi seketika hati Zahra mencelos, ruangan tempat mereka kosong, ia tidak menemukan Arian disana. Ia memutuskan untuk duduk di teras perpustakaan sambil menunggu Arian. Ponsel Zahra bergetar, ada pesan masuk. Maaf aku telat, tapi aku sudah mengutus teman-teman untuk menemani kamu. From: Arian Sebelum Zahra membalas pesan Arian, teman-teman Arian sudah berada di depan perpustakaan. “Sabar ya Zahra, Arian masih ada kepentingan.” “Kepentingan apa kak?” “Dea menahan Arian untuk tidak pergi sama kita.” Kata Elis “Kok gitu, kenapa ga sekalian ikut aja?” “Kita juga bingung, Dea maunya apa.” Sahut Elis dengan nada kesal “Ya udah aku samperin aja ya.” “Ga usah Zahra.” “Kak Dea sama kak Arian pacaran ya kak?” “Enggak.” Tukas At...

Pelangi Di Balik Kerudung merah Jambu eps 2

Di sudut ruangan perpustakaan tampak Zahra dan Arian asyik bercanda dan tertawa, di sudut ruangan lainnya ada mata yang memandang mereka dengan tatapan marah, kecewa dan sedih, tetapi Zahra dan Arian tidak menyadarinya, mereka makin asyik bercanda sambil sesekali Zahra menjitak kepala Arian dengan pulpen. Arian membalas jitakan Zahra dengan mencoret hidung Zahra pakai spidol permanen. “Kak Arian curang.” Ujar Zahra sambil membersihkan hidungnya dengan tisu basah. “Biarin.” Kata Arian sambil memelet lidahnya. “Ya sudah ga aku beresin nih belajarnya bahasa Inggrisnya.” “Paling bisa deh ngancemnya, iya deh ga curang lagi.” “Awas kalo curang lagi.” “Bedaknya luntur tuh, habis kebawa tisu.” “Ga masalah, tetep cantik kok.” Mereka kembali asyik dengan buku dan pulpennya. Sepuluh menit berlalu, mereka fokus dengan belajarnya “Arian, malah mojok disini ternyata, kita-kita nyariin.” Seru segerombolan cewek-cewek anggun. Arian dan Zahra kompak menoleh kearah suara cewek-cewek yang suda...