Takut kaya Bagus H (pesantren entrepreneur) Suatu hari saya bertemu kawan di rumahnya. Sambil bersilaturahim saya ingin mengajaknya berbisnis. “pak ayo pak ikut berbisnis dengan saya.” “saya tidak mau pak.” Jawabnya mantap. Kemudian saya bertanya. “kenapa pak?” “saya takut kaya.” Jawabnya. Saat itu saya sangat kaget, ternyata ada orang yang takut kaya. Dia sangat faham kalau menjalankan bisnis itu resikonya adalah kaya. “ saya takut hubbuddunya, saya takut cinta kepada dunia.” Luar biasa kawan saya ini. Dia orang yang sholeh. Dalam hati saya, saya berdo’a “Ya Allah orang sholeh inilah yang harus kaya.” Karena kalau kekayaan di pegang oleh orang-orang sholeh, insyaa Allah Rahmatan lil’alamin. Tapi sayangnya orang sholehnya tidak mau kaya, orang kayanya tidak mau sholeh. Kemudian saya bertanya, apakah hubbuddunya penyakitnya orang kaya saja? Tidak!!! Orang miskinpun banyak yang menderita hubbuddunya. Masalahnya bukan di kaya atau miskinnya. Tapi bagaimana bersikap terhadap kekayaa...