Hampir semua orang pernah dibohongi, diberi harapan palsu atau bahasa kerennya diphpin, apa yang kita rasakan saat diberi harapan palsu? Tentu marah, kesel dan nyesek kan? Begitupun denganku, aku memang selalu cuek, senyum, tenang saat ada orang yang berkali-kali memberikan harapan palsu, tapi bukan berarti aku ga marah, akupun merasa nyesek. Lalu kenapa aku selalu terlihat tenang, cuek, damai dan mengembangkan senyuman, itu karena aku tidak ingin merusak dan menodai arti persahabatan dan silaturahim dengan siapapun. Hingga hari Jum'at, 3 Nopember 2017 ada seseorang yang mengirim pesan singkat kepada saya dengan nada marah
Kotak Kosong Lamat-lamat suara tahlilan menyeruak dari rumah sederhana di bibir pantai selatan. Gemerincik air hujan yang jatuh di atas tenda plastik berwarna biru seakan menambah suasana duka di desa terpencil itu. Puluhan pemuda dan beberapa anggota polisi duduk bergerombol sambil menatap karangan bunga duka cita dari komandan pasukan pengamanan presiden. Sementara di sudut rumah bagian tengah seorang perempuan setengah baya masih tak sadarkan diri melihat jasad suaminya terbujur kaku penuh luka tusukan senjata tajam. “Kenapa ya kematian pak kades begitu tragis dan mendadak?” ujar Randy pada sahabatnya “Sudah ajalnya begitu.” “Tapi aku mencurigai satu nama disini.” “Siapa?” tanya Abdul “Aku yakin dalang di balik penculikan dan pembunuhan pak kades adalah pak Imong, kan pak Imong salah satu calon lawan pak kades, lagian ya pak Imong itu sepertinya antusias banget pengen jadi kepala desa, Cuma wajahnya aja sok alim, padahal hatinya busuk.” Bisik Randy persis di daun teli...
Komentar
Posting Komentar