Hampir semua orang pernah dibohongi, diberi harapan palsu atau bahasa kerennya diphpin, apa yang kita rasakan saat diberi harapan palsu? Tentu marah, kesel dan nyesek kan? Begitupun denganku, aku memang selalu cuek, senyum, tenang saat ada orang yang berkali-kali memberikan harapan palsu, tapi bukan berarti aku ga marah, akupun merasa nyesek. Lalu kenapa aku selalu terlihat tenang, cuek, damai dan mengembangkan senyuman, itu karena aku tidak ingin merusak dan menodai arti persahabatan dan silaturahim dengan siapapun. Hingga hari Jum'at, 3 Nopember 2017 ada seseorang yang mengirim pesan singkat kepada saya dengan nada marah
Di sudut ruangan perpustakaan tampak Zahra dan Arian asyik bercanda dan tertawa, di sudut ruangan lainnya ada mata yang memandang mereka dengan tatapan marah, kecewa dan sedih, tetapi Zahra dan Arian tidak menyadarinya, mereka makin asyik bercanda sambil sesekali Zahra menjitak kepala Arian dengan pulpen. Arian membalas jitakan Zahra dengan mencoret hidung Zahra pakai spidol permanen. “Kak Arian curang.” Ujar Zahra sambil membersihkan hidungnya dengan tisu basah. “Biarin.” Kata Arian sambil memelet lidahnya. “Ya sudah ga aku beresin nih belajarnya bahasa Inggrisnya.” “Paling bisa deh ngancemnya, iya deh ga curang lagi.” “Awas kalo curang lagi.” “Bedaknya luntur tuh, habis kebawa tisu.” “Ga masalah, tetep cantik kok.” Mereka kembali asyik dengan buku dan pulpennya. Sepuluh menit berlalu, mereka fokus dengan belajarnya “Arian, malah mojok disini ternyata, kita-kita nyariin.” Seru segerombolan cewek-cewek anggun. Arian dan Zahra kompak menoleh kearah suara cewek-cewek yang suda...
Komentar
Posting Komentar