Langsung ke konten utama

Bekerjalah

Bekerjalah

Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan bekerja pula untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok pagi


Tak  ada seekor binatang melatapun, kecuali  Allah telah menjamin  rezekinya.  Tugasnya adalah hanya ikhtiar. Begitupun kita,  Allah telah menjamin rezeki kita. Tugas kita hanya ikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdo’a dengan penuh keyakinan dan keikhlasan hati serta tawakal padaNya dalam menjemput rezeki

Dialah Dzat yang telah menjadikan bumi ini mudah bagimu, maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian rezekiNya. Dan kepadaNyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan (QS. AL Mulk : 15)

Lalu, mengapa kita harus bekerja? Karena semua manusia memiliki kebutuhan dasar yang sama.  Masing-masing orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan cara bekerja. Dan jika kita bertanya megapa kita harus bekerja? Jawabannya pasti bervariasi. Ada yang akan menjawab, “saya  bekerja untuk mencari uang atau saya mencari uang untuk makan dll.” Dengan bekerja seseorang dapat memperoleh penghasilan berupa uang.  Uang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semakin banyak uang, maka semakin tercukupi semua kebutuhan.
Barang siapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan berjuang dijalan Allah ‘Azza Wa Jalla (HR. Ahmad)
Apabila kamu selesai sholat fajar (subuh), maka janganlah kamu tidur meninggalkan rezekimu ( HR. Thabrani)

Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki dan kebutuhan, karena pagi hari itu penuh dengan berkah dan keberhasilan (HR. Thabrani)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelangi di balik Kerudung merah jambu eps 4

Sesuai janji Arian, tepat jam 9 pagi Zahra sudah berada di depan perpustakaan, tapi ia belum melihat sosok Arian. ia berjalan ke dalam perpuastakaan melewati beberapa rak buku, berharap Arian sudah menunggunya di pojok ruang perpustakaan tempat favorit mereka. Tapi seketika hati Zahra mencelos, ruangan tempat mereka kosong, ia tidak menemukan Arian disana. Ia memutuskan untuk duduk di teras perpustakaan sambil menunggu Arian. Ponsel Zahra bergetar, ada pesan masuk. Maaf aku telat, tapi aku sudah mengutus teman-teman untuk menemani kamu. From: Arian Sebelum Zahra membalas pesan Arian, teman-teman Arian sudah berada di depan perpustakaan. “Sabar ya Zahra, Arian masih ada kepentingan.” “Kepentingan apa kak?” “Dea menahan Arian untuk tidak pergi sama kita.” Kata Elis “Kok gitu, kenapa ga sekalian ikut aja?” “Kita juga bingung, Dea maunya apa.” Sahut Elis dengan nada kesal “Ya udah aku samperin aja ya.” “Ga usah Zahra.” “Kak Dea sama kak Arian pacaran ya kak?” “Enggak.” Tukas At...

Pelangi Di Balik Kerudung merah Jambu eps 2

Di sudut ruangan perpustakaan tampak Zahra dan Arian asyik bercanda dan tertawa, di sudut ruangan lainnya ada mata yang memandang mereka dengan tatapan marah, kecewa dan sedih, tetapi Zahra dan Arian tidak menyadarinya, mereka makin asyik bercanda sambil sesekali Zahra menjitak kepala Arian dengan pulpen. Arian membalas jitakan Zahra dengan mencoret hidung Zahra pakai spidol permanen. “Kak Arian curang.” Ujar Zahra sambil membersihkan hidungnya dengan tisu basah. “Biarin.” Kata Arian sambil memelet lidahnya. “Ya sudah ga aku beresin nih belajarnya bahasa Inggrisnya.” “Paling bisa deh ngancemnya, iya deh ga curang lagi.” “Awas kalo curang lagi.” “Bedaknya luntur tuh, habis kebawa tisu.” “Ga masalah, tetep cantik kok.” Mereka kembali asyik dengan buku dan pulpennya. Sepuluh menit berlalu, mereka fokus dengan belajarnya “Arian, malah mojok disini ternyata, kita-kita nyariin.” Seru segerombolan cewek-cewek anggun. Arian dan Zahra kompak menoleh kearah suara cewek-cewek yang suda...