Langsung ke konten utama

Genggam Dunia di Tanganmu dan Akhirat di hatimu

Genggam dunia di tanganmu dan akhirat di hatimu.

 Hidup makmur banyak harta kaya raya sangat dianjurkan, karena sedekah lebih utama dengan harta, berjihad/berjuang dengan harta dan jiwa raga...Harta bisa menjauhkan kita dari kekufuran dan kefakiran...Tapi ingat kita bakal mati... Harta boleh kok di bawa mati... Emang bisa harta dibawa mati?.... Bisa donk.... Di kubur dgn jasad kita gitu?... Bisa jadi.. Kok bisa?... Ya bisalah.. Tinggal kita titip aja harta kita kepada anak yatim, fakir miskin, dhu'afa dsb... Harta2 itulah yang akan kita bawa kelak kekuburan bersama jasad kita... Sebab ketika kita mati tidak ada harta benda lain yang kita bawa selain kain kafan... Tapi harus ingat... Harus banget di ingat bahkan wajib di ingat... Harta jangan menjadikan kita sombong dan angkuh apalagi hubbudunyya (Cinta pada dunia dan glamour)... Boleh bergelimbang harta tapi tetaplah hidup sederhana... 
Apa yang saya katakan di 
atas:
Genggam dunia di tanganmu artinya kita boleh banyak harta, tapi cukup di tangan saja yah, biar telapak tangan kita gampang mengulurkan harta kepada mereka2 yang sangat membutuhkan... 
Dan genggam akhirat di hatimu artinya hati kita mah tetep untuk akhirat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kotak Kosong

Kotak Kosong Lamat-lamat suara tahlilan menyeruak dari rumah sederhana di bibir pantai selatan. Gemerincik air hujan yang jatuh di atas tenda plastik berwarna biru seakan menambah suasana duka di desa terpencil itu. Puluhan pemuda dan beberapa anggota polisi duduk bergerombol sambil menatap karangan bunga duka cita dari komandan pasukan pengamanan presiden. Sementara di sudut rumah bagian tengah seorang perempuan setengah baya masih tak sadarkan diri melihat jasad suaminya terbujur kaku penuh luka tusukan senjata tajam. “Kenapa ya kematian pak kades begitu tragis dan mendadak?” ujar Randy pada sahabatnya “Sudah ajalnya begitu.” “Tapi aku mencurigai satu nama disini.” “Siapa?” tanya Abdul “Aku yakin dalang di balik penculikan dan pembunuhan pak kades adalah pak Imong, kan pak Imong salah satu calon lawan pak kades, lagian ya pak Imong itu sepertinya antusias banget pengen jadi kepala desa, Cuma wajahnya aja sok alim, padahal hatinya busuk.” Bisik Randy persis di daun teli...

Review

Judul:  Heart Block Penulis: Okke Sepatumerah Penerbit: GagasMedia Senja  Hadiningrat mengawali karirnya dari sebuah novel pertamanya berjudul Omnibus, ia berhasil meraih juara pertama dalam festival Penulis Indonesia kategori Pendatang Baru   Berbakat. Ia mendapat kesempatan memperdalam bakat menulisnya dengan mengikuti program menulis kreatif, tetapi novel yang ditulisnya tak sebagus novel pertamanya, hingga dewan juri membanding-bandingkannya dengan Omnibus.  Senja dibanjiri tawaran menulis. Tasya sang kakak tiri menobatkan diri sebagai manager Senja, ia menyarankan Senja menerima tawaran dari penerbit lain yang bekerja sama dengan sebuah merk fashion sepatu perempuan. Singkatnya, Senja harus menulis novel urban yang mengandung unsur promosi produk sepatu tersebut. Karya Senja itu pun meledak di pasaran. Banyak kaum muda khususnya perempuan yang menyukai novel tersebut. Seiring dengan melejitnya karir Senja sebagai penulis, kesibukannya pun bertambah. Ia w...

Pelangi Di Balik Kerudung merah Jambu eps 2

Di sudut ruangan perpustakaan tampak Zahra dan Arian asyik bercanda dan tertawa, di sudut ruangan lainnya ada mata yang memandang mereka dengan tatapan marah, kecewa dan sedih, tetapi Zahra dan Arian tidak menyadarinya, mereka makin asyik bercanda sambil sesekali Zahra menjitak kepala Arian dengan pulpen. Arian membalas jitakan Zahra dengan mencoret hidung Zahra pakai spidol permanen. “Kak Arian curang.” Ujar Zahra sambil membersihkan hidungnya dengan tisu basah. “Biarin.” Kata Arian sambil memelet lidahnya. “Ya sudah ga aku beresin nih belajarnya bahasa Inggrisnya.” “Paling bisa deh ngancemnya, iya deh ga curang lagi.” “Awas kalo curang lagi.” “Bedaknya luntur tuh, habis kebawa tisu.” “Ga masalah, tetep cantik kok.” Mereka kembali asyik dengan buku dan pulpennya. Sepuluh menit berlalu, mereka fokus dengan belajarnya “Arian, malah mojok disini ternyata, kita-kita nyariin.” Seru segerombolan cewek-cewek anggun. Arian dan Zahra kompak menoleh kearah suara cewek-cewek yang suda...