Langsung ke konten utama

Percayalah aku akan mengantarkanmu hingga ke rumahmu


Kapan terakhir aku berkunjung ke rumahmu?? Saat hujan pecah di genteng rumahmu kan? Iya aku akan slalu mengingat malam itu,  malam dingin yang membuat hatiku gerimis mendengar keputusanmu....
Aku mencintaimu, kataku dalam hati. Aku juga tau hatimu pun berkata demikian, tetapi mulutmu berkata, menikahlah dengan perempuan itu, perempuan yang sangat mencintaimu, percayalah kamu akan bahagia bersamanya. Kamu lebih dulu kenal dan dekat dengannya sebelum denganku.
Tapi Ra, bukankah kamu juga mencintaiku? Tanyaku.
Iya aku mencintaimu, bahkan aku sangat mencintaimu.
Ah aku benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiranmu, kamu bilang sangat mencintaiku, tapi menyuruhku memilih perempuan lain.
Percayalah Ra, aku akan memperjuangkanmu.
Tidak kanda, cukuplah kamu antar aku sampai di sini, aku senang bisa bersamamu hingga saat ini.
Tanpa terasa air mataku meleleh membasahi pipiku malam itu. Sekali lagi percayalah padaku Ra, meski aku sempat memperjuangkanmu setengah jalan, tapi aku akan mengantarkanmu hingga ke rumahmu ⛱

Komentar

  1. pengorbanan cinta...slmt @ Naura

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang..... Makasih udah berkunjung ke rumah sederhanaku.... Nanti aku berkunjung ke rumahmu insyaa Allah

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelangi di balik Kerudung merah jambu eps 4

Sesuai janji Arian, tepat jam 9 pagi Zahra sudah berada di depan perpustakaan, tapi ia belum melihat sosok Arian. ia berjalan ke dalam perpuastakaan melewati beberapa rak buku, berharap Arian sudah menunggunya di pojok ruang perpustakaan tempat favorit mereka. Tapi seketika hati Zahra mencelos, ruangan tempat mereka kosong, ia tidak menemukan Arian disana. Ia memutuskan untuk duduk di teras perpustakaan sambil menunggu Arian. Ponsel Zahra bergetar, ada pesan masuk. Maaf aku telat, tapi aku sudah mengutus teman-teman untuk menemani kamu. From: Arian Sebelum Zahra membalas pesan Arian, teman-teman Arian sudah berada di depan perpustakaan. “Sabar ya Zahra, Arian masih ada kepentingan.” “Kepentingan apa kak?” “Dea menahan Arian untuk tidak pergi sama kita.” Kata Elis “Kok gitu, kenapa ga sekalian ikut aja?” “Kita juga bingung, Dea maunya apa.” Sahut Elis dengan nada kesal “Ya udah aku samperin aja ya.” “Ga usah Zahra.” “Kak Dea sama kak Arian pacaran ya kak?” “Enggak.” Tukas At...

Pelangi Di Balik Kerudung merah Jambu eps 2

Di sudut ruangan perpustakaan tampak Zahra dan Arian asyik bercanda dan tertawa, di sudut ruangan lainnya ada mata yang memandang mereka dengan tatapan marah, kecewa dan sedih, tetapi Zahra dan Arian tidak menyadarinya, mereka makin asyik bercanda sambil sesekali Zahra menjitak kepala Arian dengan pulpen. Arian membalas jitakan Zahra dengan mencoret hidung Zahra pakai spidol permanen. “Kak Arian curang.” Ujar Zahra sambil membersihkan hidungnya dengan tisu basah. “Biarin.” Kata Arian sambil memelet lidahnya. “Ya sudah ga aku beresin nih belajarnya bahasa Inggrisnya.” “Paling bisa deh ngancemnya, iya deh ga curang lagi.” “Awas kalo curang lagi.” “Bedaknya luntur tuh, habis kebawa tisu.” “Ga masalah, tetep cantik kok.” Mereka kembali asyik dengan buku dan pulpennya. Sepuluh menit berlalu, mereka fokus dengan belajarnya “Arian, malah mojok disini ternyata, kita-kita nyariin.” Seru segerombolan cewek-cewek anggun. Arian dan Zahra kompak menoleh kearah suara cewek-cewek yang suda...